Bacaan Umroh Sesuai Sunnah

Bacaan Umroh Sesuai Sunnah

Daftar/Tanya-Tanya
WIPA Mengutamakan Kenyamanan Jamaah
Kota yang Paling Dicintai Rasulullah ﷺ
Panduan Umrah Sesuai Sunnah

Berikut adalah rangkuman bacaan Umroh sesuai Sunnah berdasarkan materi dari Ustadz Maududi Abdullah Lc. Hafidzahullah.

Lihat kajian panjangnya: Panduan Umrah Sesuai Sunnah

Hal yang perlu dipahami, bahwa berdoa merupakan aktivitas meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla, sehingga tidak tepat apabila seseorang meminta sesuatu namun ia sendiri tidak memahami apa yang diucapkannya.

Jika tidak ada ayat atau hadits yang dihapal, berdoalah menggunakan bahasa yang dikuasai, seperti bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Makassar, atau bahasa apa pun. Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah pencipta seluruh bahasa dan Dia Maha Mengerti segala bahasa. Hal yang terpenting adalah menghayati doa tersebut di dalam hati dan bersikap khusyuk. Inilah kemudahan dalam agama Islam.

Di beberapa buku manasik, sering ditemukan doa khusus untuk putaran pertama hingga ketujuh, baik dalam tawaf maupun Sai. Doa-doa yang sangat panjang tersebut tidak memiliki asal-usul dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, melainkan karangan manusia. Meskipun maksud pembuatnya adalah menganjurkan doa, banyak orang yang keliru menganggap doa-doa tersebut sebagai bacaan wajib. Kenyataannya, jamaah bebas memanjatkan permintaan masing-masing sesuai dengan masalah dan keluhan yang dimiliki. Mintalah kebaikan dunia dan akhirat kepada Allah ‘Azza wa Jalla sebagaimana firman-Nya:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir[40]: 60).

Bacaan Umroh Sesuai Sunnah dan Waktu Membacanya

1. Niat Umroh di Miqat

Saat telah siap dengan pakaian ihram dan berada di titik Miqat, lafazkan niat:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

(Labbaikallahumma ‘umratan)

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah.”

2. Mengucapkan Isytirat (Persyaratan)

Diucapkan setelah niat jika khawatir ada halangan (sakit atau kendala besar):

فَإِنْ حَبَسَنِي حَابِسٌ فَمَحَلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي

(Fa in habasanii haabisun famahallii haitsu habastanii)

Artinya: “Ya Allah, jika ada halangan yang menghalangiku, maka aku akan bertahalul di tempat terhalangnya aku.”

3. Memulai Tawaf (Sejajar Hajar Aswad)

Sambil melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad pada setiap awal putaran, ucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ

(Bismillahi Allahu akbar)

4. Bacaan Antara Rukun Yamani hingga Hajar Aswad

Pada dinding terakhir setiap putaran Tawaf, disunnahkan membaca Doa Sapu Jagat:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar)

Artinya: “Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Note: Di luar area ini (tiga dinding lainnya), jamaah bebas berdoa dan berdzikir dengan bahasa apa pun yang dipahami.

5. Shalat Sunnah di Belakang Makam Ibrahim

Rakaat Pertama: Setelah Al-Fatihah membaca Surat Al-Kafirun.

Rakaat Kedua: Setelah Al-Fatihah membaca Surat Al-Ikhlas.

6. Memulai Sa’i (Mendaki Bukit Shafa)

Membaca ayat berikut saat hendak memulai putaran pertama:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ

(Innash shafaa wal marwata min sya’airillah. Abda’u bimaa bada’allahu bihi) Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah termasuk syi’ar agama Allah. Aku memulai sa’i dengan apa yang didahulukan oleh Allah.”

7. Dzikir di Atas Bukit Shafa dan Marwah

Menghadap kiblat, mengangkat tangan, dan membaca dzikir ini sebanyak 3 kali (diselingi doa pribadi):

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

(Allahu akbar 3x. Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir. Laa ilaha illallahu wahdahu, anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah)

8. Bacaan Saat Berlari Kecil di Antara Lampu Hijau (Laki-laki)

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الاَعَزُ الاَكْرَمُ

(Rabbighfir warham innaka antal a’azzul akram) Artinya: “Ya Rabbku, ampunilah aku dan berilah kasih sayang kepadaku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah.”

Sempurnakan Ibadah Umroh Anda Bersama Wipa Tour

Memahami bacaan dan tata cara umroh yang sesuai sunnah adalah modal utama agar perjalanan spiritual Anda tidak sekadar menjadi perjalanan fisik, melainkan ibadah yang diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, kami memahami bahwa mempraktikkan ilmu tersebut di tengah keramaian Tanah Suci membutuhkan bimbingan yang sabar dan sigap.

Wipa Tour hadir sebagai mitra amanah yang siap mendampingi setiap langkah ibadah Anda. Dengan bimbingan asatidzah yang kompeten dan berpengalaman, Anda akan dipandu melafazkan doa-doa terbaik sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan tenang dan khusyuk. Jangan biarkan keraguan teknis menghalangi kekhusyukan Anda bersimpuh di depan Baitullah.

Mari wujudkan impian ibadah umroh yang murni, nyaman, dan berkesan. Segera konsultasikan rencana keberangkatan Anda bersama Wipa Tour. Kami siap melayani tamu-tamu Allah dengan sepenuh hati.

Bismillah, mari melangkah menuju Baitullah bersama Wipa Tour.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: