Setibanya di Makkah, program WIPA Tour selalu mengutamakan kenyamanan jamaah. Kami tidak melaksanakan umrah, atau tawaf, pada malam kedatangan. Kami memilih untuk beristirahat pada malam hari, dan melaksanakan tawaf pada keesokan paginya. Jamaah harus memercayakan rencana ini kepada pembimbing karena inilah waktu yang terbaik secara teknis dan terkhusyuk secara ibadah.
Program ini dirancang demi kekhusyukan ibadah dan kenyamanan fisik. Jamaah tidak akan merasa terlalu lelah, sebab energi sudah terkuras selama perjalanan. Jika umrah dilaksanakan segera setelah tiba, jamaah akan sampai di Makkah sekitar pukul 22.00, harus makan malam, menuju hotel, dan memasuki kamar. Proses ini membuat keberangkatan baru bisa dilakukan sekitar pukul 23.30. Dalam kondisi mengantuk dan terburu-buru, kekhusyukan doa tidak akan tercapai.
Terlebih bagi jamaah yang membawa anak kecil, yang belum terbiasa begadang hingga menjelang Subuh. Pelaksanaan tawaf dan sa’i memakan waktu minimal 3 jam, bahkan bisa sampai 4 jam jika kondisi saat tawaf dan sa’i sedang padat. Oleh karena itu, teori pelaksanaan umrah di waktu yang lebih baik secara teknis adalah yang terbaik, tidak melanggar syariat, dan bahkan meningkatkan kekhusyukan ibadah.
Kekhusyukan ibadah ini telah disaksikan oleh mayoritas jamaah yang kami dampingi. Jamaah yang sebelumnya pernah melaksanakan umrah dengan tawaf malam pun mengakui, program yang dilaksanakan setelah beristirahat malam jauh lebih nyaman, lebih khusyuk, dan lebih khidmat. Inilah pilihan yang terbaik secara teknis dan terkhusyuk secara ibadah.
Setibanya di Makkah, baik menggunakan bus maupun kereta, jamaah akan langsung beristirahat. Setelah makan malam di hotel, tim akan membagikan kunci kamar dan jamaah dapat segera beristirahat. Sementara itu, tim WIPA Tour akan sibuk mengurus koper jamaah untuk diantarkan ke kamar. Tim kami bekerja keras hingga lewat tengah malam demi memastikan urusan logistik berjalan lancar. Kadang kala, untuk rombongan yang besar, pembagian kunci baru selesai pukul 00.30 waktu setempat.
Kami berharap, Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa mempermudah segala urusan ibadah ini. Sesungguhnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi mereka yang bersabar dan bertawakal, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar[39]: 10).
Rencana ini adalah bentuk ikhtiar untuk meneladani kesabaran dan kehati-hatian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam beribadah.

COMMENTS